Putusnya Sooyoung dan Jung Kyung Ho Setelah 14 Tahun Bersama, Apakah Salah Pacaran Lama?

JADI, SEBAIKNYA BERAPA LAMA PACARAN YANG IDEAL?

Para peneliti sebetulnya lebih sering mengkaji pertanyaan ini dari sudut “berapa lama sebelum menikah” daripada “maksimal pacaran berapa tahun”. Tapi hasilnya tetap relevan.

Riset dari Emory University terhadap lebih dari 3.000 pasangan menemukan bahwa pacaran 1–2 tahun sebelum menikah menurunkan kemungkinan perceraian sekitar 20 persen dan pacaran 3 tahun atau lebih menurunkannya hingga 50 persen.

Studi PAIR Project dari Penn State yang mengikuti 168 pasangan selama 14 tahun menemukan bahwa pasangan yang rata-rata pacaran sekitar 25 bulan sebelum menikah adalah yang paling bahagia di akhir studi.

Dengan kata lain, sweet spot menurut riset ada di kisaran 2–3 tahun. Cukup untuk benar-benar mengenal pasangan, tapi tidak terlalu lama sampai hubungan kehilangan arah. Lebih dari itu bukan masalah, selama ada perkembangan yang nyata.

Secara usia, penelitian dari University of Utah juga menemukan bahwa usia pernikahan yang optimal secara statistik ada di rentang 28–32 tahun, di mana setiap tahun tambahan sebelum usia 32 mengurangi risiko perceraian sekitar 11 persen.

DAMPAK PACARAN LAMA UNTUK PEREMPUAN

Kalau bicara dari perspektif perempuan, ada lapisan tambahan yang tidak bisa diabaikan. Yakni faktor biologis. Penelitian terhadap ratusan pasangan Eropa menemukan bahwa kesuburan perempuan mulai menurun setelah usia 27 dan menurun lebih signifikan setelah usia 35.

Ini bukan soal tekanan sosial semata, ini adalah realita biologis yang punya dampak nyata pada pilihan hidup. Secara psikologis pun, biological clock menciptakan tekanan nyata yang memengaruhi cara perempuan mendekati hubungan dan keputusan berpacaran.

Perempuan cenderung merasakan tekanan ini lebih intens karena kesuburan menurun seiring usia. Sementara laki-laki secara biologis tidak menghadapi batasan waktu yang sama.

Ini yang membuat posisi Sooyoung yang memulai hubungan di awal usia 20-an dan berpisah di usia 36 menjadi lebih kompleks dari sekadar “putus karena sibuk”.

14 tahun tanpa kejelasan arah komitmen bukan hanya soal waktu yang terbuang secara emosional, tapi juga soal menyempitnya window of opportunity untuk pilihan hidup lain.

(BACA JUGA: Bak Cerita Wattpad, Hubungan Dua Lipa dan Callum Turner Berawal Karena Sebuah Buku)

JADI, KAPAN SEBAIKNYA HUBUNGAN PUNYA KEJELASAN ARAH?

Tidak ada angka “maksimal” yang berlaku untuk semua orang. Tapi ada kerangka yang logis secara psikologis maupun biologis.

2–3 tahun pertama adalah waktu yang ideal untuk benar-benar mengenal pasangan. Melewati fase romantis, melihat cara mereka menghadapi konflik dan memahami nilai-nilai hidupnya.

Setelah 3–5 tahun, idealnya sudah ada kejelasan arah. Bukan harus langsung menikah, tapi setidaknya ada pembicaraan terbuka soal ke mana hubungan ini akan dibawa.

Di atas 7 tahun tanpa kejelasan, secara psikologis ini mulai masuk ke zona yang disebut relationship limbo dan ini yang paling berdampak, terutama untuk perempuan.

Yang paling sering tidak disadari adalah ini: kenyamanan bisa menjadi alasan untuk tidak maju.

Dua orang yang sudah nyaman satu sama lain cenderung menghindari percakapan sulit soal masa depan dan tanpa disadari, tahun demi tahun berlalu tanpa ada kejelasan.

Hubungan terasa baik-baik saja di permukaan, padahal di bawahnya salah satu pihak sudah lama menunggu sesuatu yang tidak kunjung datang.

Putusnya Sooyoung dan Jung Kyung Ho bukan hanya kabar sedih dari dunia hiburan Korea. Bagi banyak orang, ini menjadi cermin yang cukup jujur untuk melihat hubungan mereka sendiri: sudah berapa lama dan sudah sejauh mana?

(Foto: koreaboo.com)

(Kirana Putri, foto: soompi.com)

Share