Songkran, Tradisi Lokal Thailand yang Menjelma Jadi Global Tourist Attraction

Dalam beberapa hari terakhir, media sosial diramaikan oleh satu perayaan yang hampir selalu identik dengan bulan April: Songkran di Thailand. Tahun ini, euforianya terasa semakin besar dengan kehadiran berbagai festival musik yang menggabungkan budaya lokal dengan hiburan modern, salah satunya adalah K2O Songkran Music Festival.

Festival ini menjadi highlight karena menghadirkan lineup lintas negara, termasuk artis K-Pop seperti RIIZE, KISS OF LIFE, LNGSHOT, hingga FIFTY FIFTY, yang tampil di tengah konsep water festival khas Songkran.

Tidak hanya itu, festival lain seperti SIAM Songkran juga menghadirkan nama-nama global seperti Martin Garrix dan Marshmello, memperlihatkan bagaimana Songkran kini bukan sekadar perayaan lokal, tapi sudah menjadi panggung internasional.

APA ITU SONGKRAN?

Di balik kemeriahannya, Songkran sebenarnya adalah perayaan Tahun Baru tradisional Thailand yang berlangsung setiap 13–15 April. Secara historis, festival ini berakar dari tradisi agama Buddha yang menekankan pada pembersihan diri baik secara fisik maupun spiritual sebagai simbol awal yang baru.

Air yang kini identik dengan “perang” di jalanan pada awalnya digunakan dalam bentuk yang jauh lebih tenang. Dituangkan secara perlahan ke patung Buddha dan ke tangan orang yang lebih tua sebagai bentuk penghormatan dan doa.

(BACA JUGA: Bukan Hoax, Disneyland Pertama di Asia Tenggara Konfirmasi Hadir di Thailand)

EVOLUSI SONGKRAN

Seiring waktu, ritual ini berkembang menjadi aktivitas publik yang lebih ekspresif, di mana masyarakat saling menyiram air sebagai simbol membersihkan hal-hal buruk dari tahun sebelumnya dan menyambut keberuntungan di tahun yang baru.

Namun, yang membuat Songkran semakin menarik adalah bagaimana perayaan ini berevolusi. Dari tradisi keagamaan yang bersifat personal, Songkran kini berubah menjadi salah satu festival terbesar di dunia yang menarik jutaan wisatawan setiap tahunnya.

Pemerintah Thailand sendiri melihat potensi ini sebagai kekuatan ekonomi. Dalam beberapa tahun terakhir, Songkran secara konsisten menjadi salah satu momen dengan perputaran uang terbesar.

Melansir dari reuters.com, jumlahnya bahkan diperkirakan mencapai sekitar THB 130 miliar atau sekitar IDR 50 triliun dalam satu periode festival.

(BACA JUGA: Bukan Sekadar Hiburan, K-Showbiz Adalah Strategi Korea Selatan dalam Mengolah SDM)

Perubahan ini terlihat jelas dari bagaimana festival seperti S2O atau K2O mengemas Songkran menjadi “World Class Water Music Festival”, menggabungkan budaya tradisional dengan industri hiburan global.

Di titik ini, Songkran tidak lagi hanya tentang tradisi, tapi juga tentang bagaimana sebuah budaya lokal bisa berevolusi menjadi daya tarik global tanpa benar-benar kehilangan identitasnya.

(Rendy Aditya, foto: sindhornmidtown.com)

Share