Ubanan Sebelum 25? Cek 5 Kebiasaan Ini Dulu Sebelum Nyalahin Genetik!

Pernahkah kamu tiba-tiba menemukan uban saat sedang bercermin dan langsung panik? Atau malah sudah terbiasa, karena uban sudah jadi “teman setia” sejak SMA? Kalau iya, percayalah kamu tidak sendirian.

Fenomena ubanan di usia muda makin banyak terjadi dan bukan cuma soal genetik atau keturunan. Sebuah studi cross-sectional yang dilakukan di sebuah universitas di Thailand terhadap mahasiswa berusia 25 tahun ke bawah menemukan bahwa prevalensi uban prematur mencapai 47,17 persen, dengan rata-rata usia kemunculan pertama di sekitar 16 tahun.

Sementara itu, survei di Arab Saudi terhadap lebih dari 1.000 responden menemukan bahwa lebih dari separuh dari mereka, sekitar 55,9 persen sudah memiliki uban sebelum usia 30 tahun.

Angka-angka ini bukan sekadar statistik. Ini sinyal bahwa ada sesuatu yang lebih dalam dari sekadar “faktor keturunan” yang harus kita bahas.

UBAN ITU SEBETULNYA APA SIH?

Sebelum membahas lebih lanjut soal penyebabnya, penting untuk diketahui lebih dulu mekanisme di balik warna rambut.

Melansir dari situs Parsley Health, warna rambut ditentukan oleh melanin, pigmen yang diproduksi oleh sel-sel bernama melanosit di dalam folikel rambut. Ada dua jenisnya: eumelanin yang menghasilkan warna gelap (hitam dan cokelat), serta pheomelanin yang menghasilkan warna merah dan kuning.

Ketika seseorang menua, melanosit secara alami menjadi kurang aktif dan menghasilkan lebih sedikit pigmen. Pada akhirnya membuat rambut tumbuh lebih terang, bahkan putih. 

Proses ini memang wajar terjadi seiring usia. Rata-rata, orang Kaukasia mulai beruban di usia 34 tahun, sementara orang kulit hitam baru mengalaminya di sekitar usia 43 tahun.

Maka dari itu, uban dianggap prematur jika muncul sebelum usia 20 tahun pada orang Eropa, sebelum 25 tahun pada orang Asia dan sebelum 30 tahun pada orang Afrika.

Artinya, kalau kamu orang Asia dan sudah punya uban di usia 21 atau 22, itu secara klinis masuk kategori prematur dan bukan sesuatu yang bisa diabaikan begitu saja.

(BACA JUGA: Dikejar Target Financial Freedom, Bikin Gen Z dan Millennials Cemas)

APA PENYEBAB UBANAN DI USIA MUDA?

Oke, ini bagian yang paling penting. Banyak orang biasanya langsung menyalahkan orangtua atau kakek-nenek begitu menemukan uban pertama. Padahal, faktor genetik cuma satu dari sekian banyak faktor. Ini penjelasannya satu per satu:

Genetik: Ya, Ini Memang Nyata

Faktor keturunan memang berperan besar. Penelitian menunjukkan bahwa seseorang tiga hingga lima kali lebih mungkin beruban dini jika orangtuanya juga mengalami hal yang sama sebelum usia 30 tahun.

Gen seperti IRF4 diketahui memengaruhi kapan rambut mulai memutih. Tapi ingat, genetik bukan satu-satunya cerita.

Stres Kronis: Ini Bukan Mitos

Melansir dari Columbia University Irving Medical Center, stres memicu over aktivasi sistem saraf simpatik, yang melepaskan noradrenalin berlebih ke folikel rambut. Kondisi ini menguras melanocyte stem cells, yakni sel yang bertanggung jawab memproduksi melanin.

Ini bukan teori kosong; peneliti dari Columbia University berhasil memberikan bukti kuantitatif pertama yang menghubungkan stres psikologis dengan uban pada manusia dan yang mengejutkan, mereka menemukan bahwa warna rambut bisa kembali ketika stres dihilangkan.

Defisiensi Nutrisi: Cek Lagi Pola Makanmu

Kekurangan vitamin B12, vitamin D, zat besi, tembaga, zinc dan biotin semuanya bisa memengaruhi produksi melanin. Bahkan, satu studi menemukan bahwa diet vegetarian berkaitan dengan uban prematur.

Kemungkinan karena rendahnya asupan B12 yang lebih banyak ditemukan dalam produk hewani.

Merokok

Rokok menghasilkan reactive oxygen species dalam jumlah besar yang memicu oxidative stress dan berujung pada kerusakan melanosit, sel penghasil pigmen rambut. Satu lagi alasan kuat untuk berhenti merokok.

Kondisi Medis Tertentu

Gangguan tiroid, vitiligo, dan penyakit autoimun dapat mengganggu keseimbangan hormon dan memicu uban sebelum waktunya. Kalau ubanmu muncul tiba-tiba dan cepat menyebar, ada baiknya konsultasi ke dokter untuk menyingkirkan kemungkinan kondisi ini.

(BACA JUGA: Meromantisasi Hujan Tidak Berlaku Bagi Pengidap Alergi)

APAKAH KALAU MENGUBAH KEBIASAAN UBAN BISA HILANG?

Ini pertanyaan yang cukup sering ditanyakan. Dan jawabannya: tergantung.

Peneliti dari Columbia University berhasil menemukan bahwa ketika stres dihilangkan, warna rambut bisa kembali. Sebuah temuan yang cukup mengejutkan karena bertentangan dengan asumsi lama bahwa uban bersifat permanen.

Bahkan ada kasus konkret yang menarik. Dalam studi itu, seorang partisipan yang pergi berlibur mengalami perubahan pigmen pada lima helai rambutnya secara bersamaan. Dan semuanya kembali gelap selama periode liburan tersebut.

Namun, ada batasannya. Efek reversibilitas ini bersifat sementara, hanya mungkin terjadi dalam jendela usia tertentu dan hanya memengaruhi sebagian kecil folikel rambut.

“Rambut yang sudah beruban selama 30 tahun kemungkinan besar tidak bisa dibalikkan,” kata Martin Picard, co-author studi tersebut sekaligus profesor di Columbia University.

Jadi, memperbaiki kebiasaan hidup memang bisa membantu, terutama kalau ubanmu baru muncul dan dipicu oleh stres atau defisiensi nutrisi. Tapi kalau akar masalahnya adalah genetik murni, ekspektasinya perlu lebih realistis.

TIPS MENGATASI DAN MEMPERLAMBAT UBAN

Tidak ada magic cure untuk uban. Tapi ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk memperlambat prosesnya, terutama kalau penyebabnya bukan semata-mata genetik:

Kelola Stres dengan Serius

Ini bukan saran klise. Ada bukti ilmiahnya. Melansir dari hims.com, meditasi, journaling, olahraga rutin, atau sekadar istirahat dari rutinitas yang melelahkan bisa membantu menurunkan kadar stres yang berdampak pada folikel rambut.

Perhatikan asupan nutrisi. Konsumsi makanan kaya vitamin B12, vitamin D, dan antioksidan untuk mendukung kesehatan rambut. Kalau kamu mencurigai ada defisiensi tertentu, konsultasikan dengan dokter untuk pemeriksaan dan kemungkinan suplementasi.

Berhenti Merokok

Kalau kamu merokok dan mulai beruban, ini salah satu langkah terbesar yang bisa diambil. Dampak rokok pada melanosit sudah terbukti secara ilmiah.

Hindari Paparan Bahan Kimia Keras pada Rambut

Produk pewarna rambut dan bahan keras lainnya mengandung zat kimia yang dapat memengaruhi sel pigmen di folikel rambut dan berpotensi mempercepat proses pemutihan.

Konsultasi ke Dokter

Kalau uban muncul tiba-tiba, cepat menyebar, atau disertai gejala lain seperti kelelahan ekstrem atau perubahan berat badan, ada baiknya dicek lebih lanjut. Bisa jadi ada kondisi medis yang jadi akar masalahnya.

(Annisa Larasati, foto: freepik.com/8photo)

Share