Berhubungan Seks Saat Haid, Ini Risiko yang Perlu Diketahui!

Banyak pasangan tetap berhubungan seks saat menstruasi. Meski umumnya aman, ada beberapa risiko kesehatan yang sebaiknya tidak diabaikan.

Masih banyak orang yang menganggap berhubungan seks saat menstruasi sebagai sesuatu yang berbahaya. Di sisi lain, tidak sedikit pula yang percaya bahwa seks saat haid sama sekali tidak memiliki risiko.

Lalu, mana yang benar?

Menurut berbagai organisasi kesehatan dan penelitian medis, berhubungan seks saat menstruasi pada dasarnya aman dilakukan jika kedua pihak merasa nyaman. Namun, bukan berarti aktivitas ini sepenuhnya bebas risiko.

Beberapa risiko kesehatan justru dapat meningkat ketika hubungan seksual dilakukan selama masa menstruasi, terutama jika tidak menggunakan perlindungan yang tepat.

Menurut platform kesehatan reproduksi Planned Parenthood, tidak ada larangan medis yang menyatakan seseorang tidak boleh berhubungan seks saat menstruasi. Sama seperti hubungan seksual pada umumnya, yang terpenting adalah memastikan keamanan dan kesehatan kedua pasangan.

Hal serupa juga dijelaskan oleh berbagai sumber kesehatan, termasuk Healthline dan Flo Health, yang menyebut bahwa seks saat menstruasi umumnya aman dilakukan selama tetap memperhatikan perlindungan terhadap kehamilan dan infeksi menular seksual.

Namun, aman bukan berarti tanpa risiko.

(BACA JUGA: Memahami Sensitivitas Tubuh dalam Hubungan Intim)

RISIKO INFEKSI MENULAR SEKSUAL BISA MENINGKAT

Salah satu risiko yang paling sering dibahas adalah meningkatnya peluang penularan infeksi menular seksual (IMS).

Menurut Planned Parenthood, IMS dapat menular melalui aktivitas seksual yang melibatkan pertukaran cairan tubuh, termasuk darah.

Beberapa ahli juga menjelaskan bahwa darah menstruasi dapat menjadi media penularan bagi penyakit tertentu yang ditularkan melalui darah, seperti HIV dan hepatitis.

Selain itu, selama menstruasi, kondisi area reproduksi juga mengalami perubahan yang dapat mempermudah perpindahan bakteri atau virus pada situasi tertentu.

Karena itu, penggunaan kondom tetap disarankan meskipun hubungan seksual dilakukan saat haid.

TETAP ADA KEMUNGKINAN HAMIL

Banyak orang menganggap menstruasi sebagai “zona aman” untuk berhubungan seks tanpa kontrasepsi. Sayangnya, anggapan ini tidak sepenuhnya benar.

Menurut Cleveland Clinic dan KidsHealth, peluang kehamilan memang lebih rendah saat menstruasi, tetapi bukan berarti nol. Karena sel sperma dapat bertahan hidup di dalam saluran reproduksi hingga beberapa hari.

Jika ovulasi terjadi lebih cepat dari perkiraan, pembuahan tetap mungkin terjadi. Risiko ini biasanya lebih besar pada orang yang memiliki siklus menstruasi pendek atau siklus yang tidak teratur.

RENTAN IRITASI DAN TIDAK NYAMAN

Perubahan hormon selama menstruasi dapat membuat area vagina terasa lebih sensitif pada sebagian orang.

Beberapa sumber kesehatan menyebut bahwa gesekan saat berhubungan seksual berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan atau iritasi ringan, terutama jika dilakukan tanpa pelumas yang cukup atau ketika kondisi tubuh sedang tidak fit.

Karena itu, komunikasi dengan pasangan menjadi penting untuk memastikan aktivitas seksual tetap terasa nyaman bagi kedua pihak.

(BACA JUGA: Costume Play dan Ganti Peran di Ranjang: Normal Atau Fetish?)

APAKAH ADA MANFAATNYA?

Menariknya, beberapa penelitian dan sumber kesehatan juga menemukan bahwa seks saat menstruasi bisa memberikan manfaat tertentu.

Menurut Health.com dan Healthline, orgasme dapat membantu meredakan kram menstruasi karena tubuh melepaskan endorfin yang berperan sebagai pereda nyeri alami.

Selain itu, darah menstruasi juga dapat bertindak sebagai pelumas alami yang membuat hubungan seksual terasa lebih nyaman bagi sebagian orang.

Namun manfaat tersebut tentu tidak akan dirasakan oleh semua orang. Karena pengalaman setiap individu bisa berbeda-beda.

JADI, APA SEBAIKNYA DIHINDARI?

Jawaban singkatnya: tidak harus.

Dari sudut pandang medis, berhubungan seks saat menstruasi umumnya aman dilakukan. Namun ada beberapa risiko yang perlu dipahami, mulai dari meningkatnya peluang penularan infeksi menular seksual hingga kemungkinan kehamilan yang tetap ada meski lebih kecil.

Karena itu, para ahli tetap menyarankan penggunaan kondom, menjaga kebersihan dan memastikan kedua pasangan merasa nyaman sebelum melakukan aktivitas seksual saat menstruasi.

Dengan kata lain, yang perlu dihindari bukan menstruasinya, melainkan hubungan seksual yang dilakukan tanpa perlindungan dan tanpa memahami risikonya.

(Kirana Putri, foto: magnific.com/freepik)

Share