Weekend Bingung Mau Ngapain? Coba Bersih-bersih Lemari!

Dengan melakukan wardrobe cleanse, kamu akan menemukan kembali gaya dan pakaian yang benar-benar akan dipakai.

MOSTEAM yakin banyak dari kalian yang setiap kali buka lemari pasti berpikir tidak ada pakaian yang bisa dipakai. Padahal, kalau dipikir-pikir, isi lemari kamu penuh. Bahkan mungkin sudah tidak ada lagi tempat untuk menyimpan pakaian baru.

Kalau kamu sering merasa seperti ini, mungkin masalahnya bukan jumlah pakaian yang dimiliki, melainkan cara mengelolanya.

Dalam panduan wardrobe cleanse terbarunya, personal stylist Kate Lauren membagikan sejumlah langkah untuk merapikan isi lemari sekaligus membangun koleksi pakaian yang lebih fungsional.

Tujuannya bukan mengikuti tren minimalisme, melainkan membuat setiap item yang tersisa benar-benar mendukung gaya hidupmu saat ini.

TENTUKAN TUJUAN SEBELUM DIMULAI

Sebelum mengeluarkan seluruh isi lemari, tentukan dulu alasan kamu melakukan wardrobe cleanse. Apakah ingin menghemat waktu saat memilih outfit? Membangun capsule wardrobe? Atau sekadar mengurangi tumpukan pakaian yang tidak lagi dipakai? Dengan tujuan yang jelas, proses menyortir pakaian akan terasa lebih mudah.

SIAPKAN KONDISI YANG MENDUKUNG

Kate Lauren menyarankan untuk melakukan cleanout di ruangan dengan pencahayaan yang baik dan ketika kamu memiliki waktu luang. Hindari melakukannya saat sedang terburu-buru karena proses ini membutuhkan perhatian agar setiap keputusan terasa lebih objektif.

(BACA JUGA: Cara Menata Lemari Pakaian Biar Tidak Berantakan)

GUNAKAN ATURAN “3 WAYS SHE STAYS”

Kate Lauren memperkenalkan metode “3 Ways She Stays”. Sebelum memutuskan menyimpan sebuah pakaian, tanyakan pada diri sendiri. Apakah item tersebut bisa dikenakan dalam setidaknya tiga situasi berbeda.

Misalnya untuk bekerja, akhir pekan dan acara yang lebih formal. Kalau jawabannya tidak, mungkin sudah saatnya pakaian itu dilepas.

SINGKIRKAN PAKAIAN YANG SUDAH TIDAK LAGI MEWAKILI DIRIMU

Selain pakaian yang rusak atau tidak lagi muat, Kate Lauren juga menyarankan untuk melepas item yang tidak lagi sesuai dengan gaya hidupmu saat ini.

Misalnya, pakaian yang hanya cocok untuk fase hidup yang sudah berlalu atau membuatmu merasa tidak percaya diri setiap kali memakainya.

Kalau memiliki nilai sentimental, simpan di tempat terpisah, bukan di lemari utama.

PERHATIKAN CELAH DI DALAM LEMARI

Saat menyusun kembali pakaian, kamu mungkin akan menyadari ada item dasar yang justru belum dimiliki.

Alih-alih langsung berbelanja mengikuti tren, manfaatkan momen ini untuk mengidentifikasi kebutuhan yang benar-benar penting, seperti kemeja putih, celana tailored, atau sepatu yang lebih serbaguna.

RAPIKAN DENGAN SISTEM YANG KONSISTEN

Setelah proses sortir selesai, susun pakaian dengan cara yang memudahkanmu menemukan apa yang dibutuhkan.

Kate Lauren merekomendasikan penggunaan hanger yang seragam, mengelompokkan pakaian berdasarkan kategori, lalu mengurutkannya berdasarkan warna agar lemari terasa lebih rapi dan mudah diakses.

RAWAT PAKAIAN DENGAN BENAR

Wardrobe yang rapi juga perlu diimbangi dengan perawatan yang tepat.

Ikuti petunjuk pencucian pada label pakaian, gunakan alat seperti fabric shaver untuk menghilangkan pilling, dan jangan ragu membawa pakaian berbahan sensitif ke jasa dry cleaning jika diperlukan.

Langkah sederhana ini bisa memperpanjang usia pakaian favoritmu.

(BACA JUGA: Bingung Harus Pakai Apa Pas Magang? Ini Inspirasi Outfit Sesuai Bidang Kerjanya)

SIMPAN PAKAIAN SESUAI MUSIM

Kalau kamu memiliki pakaian yang hanya dipakai pada musim atau momen tertentu, simpan di kotak penyimpanan agar tidak memenuhi lemari utama.

Cara ini membuat pakaian yang benar-benar sering dipakai lebih mudah terlihat dan membantu mengurangi decision fatigue setiap pagi.

BANGUN CAPSULE WARDROBE SECARA BERTAHAP

Menurut Kate Lauren, capsule wardrobe bukan sesuatu yang selesai dalam semalam.

Bangun koleksi pakaianmu sedikit demi sedikit dengan memilih item berkualitas, mudah dipadukan, dan sesuai dengan gaya pribadi, bukan sekadar mengikuti tren yang sedang viral. Dengan begitu, isi lemari akan terasa lebih relevan dan bertahan lebih lama.

(Kirana Putri, foto: unsplash.com/huynguyen_pch)

Share