Menurut Natgeo, Ini 5 Destinasi Kuliner Terbaik di Dunia 2026

Culinary travel adalah pilihan bagi pencinta makanan dan mencicipi hidangan khas di tempat asalnya bisa memberi pengalaman yang berbeda.

Baru-baru ini, National Geographic merilis setidaknya 15 destinasi atau tempat di dunia sebagai daftar tujuan terbaik untuk wisata kuliner. Mulai dari Eropa, Amerika, sampai Asia, tempat-tempat ini disebut punya kesan mendalam, khususnya untuk dunia kuliner. 

Seperti sejarahnya, budayanya, hingga inovasi para chef lokal. Dari 15 destinasi yang masuk daftar, berikut lima yang paling menarik untuk kamu masukkan ke bucket list!

CRETE, YUNANI

Kalau selama ini Yunani identik dengan Santorini atau Mykonos, kini saatnya melirik Pulau Kreta.

Pulau terbesar di Yunani ini baru saja dinobatkan sebagai European Region of Gastronomy, sekaligus dikenal sebagai salah satu tempat lahirnya pola makan Mediterania yang selama bertahun-tahun dikaitkan dengan umur panjang dan kesehatan jantung.

Kuliner Kreta mengandalkan bahan-bahan sederhana namun berkualitas, seperti extra virgin olive oil, sayuran musiman, kacang-kacangan, keju graviera, madu thyme, hingga hasil laut segar. Hampir setiap hidangan dibuat dari bahan lokal yang dipanen pada hari yang sama.

Kalau berkunjung, jangan lewatkan kesempatan mencicipi dakos, roti barley dengan tomat dan keju mizithra, serta mencicipi raki, minuman tradisional khas Kreta.

LUCKNOW, INDIA

Kalau berbicara soal kuliner India, banyak orang langsung teringat Delhi, Mumbai, atau… Vrindavan? Terutama karena kuliner di kota-kota itu viral di media sosial (but not in a good way).

Padahal, tidak semua wilayah India begitu. Salah satunya adalah Lucknow! Menurut National Geographic, Lucknow adalah salah satu destinasi kuliner terbaik di dunia tahun ini.

Kota yang pernah menjadi pusat Kerajaan Awadh ini terkenal dengan kuliner bergaya kerajaan yang kaya rempah, tetapi tetap memiliki cita rasa yang lembut dan seimbang.

Beberapa hidangan yang wajib dicoba antara lain galouti kebab, kebab daging cincang yang sangat lembut, Awadhi biryani, serta nahari, semur daging yang biasanya disantap saat sarapan.

Untuk pengalaman paling autentik, jelajahi kawasan Chowk, pusat kuliner legendaris yang dipenuhi restoran keluarga dan kedai-kedai yang telah beroperasi selama puluhan hingga ratusan tahun.

(BACA JUGA: Bukan Cuma Pelengkap, Banchan Punya Arti Lebih untuk Tradisi Korea)

CARTAGENA DAN BARRANQUILLA, KOLOMBIA

Kalau ingin merasakan cita rasa Karibia yang berbeda, pesisir utara Kolombia bisa menjadi jawabannya.

National Geographic menyoroti Cartagena dan Barranquilla sebagai kawasan kuliner yang sedang berkembang pesat berkat hadirnya generasi baru chef yang mengangkat kembali bahan-bahan lokal dan resep tradisional.

Di Cartagena, kamu bisa menemukan restoran inovatif yang mengolah hasil laut, pisang raja, hingga buah-buahan tropis menjadi menu modern. Sementara di Barranquilla, pengaruh budaya Afrika, Spanyol, Arab dan Karibia berpadu dalam hidangan-hidangan yang kaya rasa.

Kalau datang pada waktu yang tepat, sempatkan mengunjungi Sabor Barranquilla, salah satu festival kuliner terbesar di Kolombia yang mempertemukan chef, produsen lokal, hingga pelaku UMKM makanan.

TASMANIA, AUSTRALIA

Tasmania mungkin lebih dikenal berkat alamnya yang masih sangat asri. Namun kini, pulau di selatan Australia tersebut mulai menarik perhatian berkat gerakan yang menghidupkan kembali kuliner masyarakat Aborigin.

Banyak restoran mulai memperkenalkan bahan-bahan asli Australia seperti wattleseed, pigface fruit, hingga berbagai tanaman liar yang selama ribuan tahun menjadi bagian dari tradisi masyarakat adat.

Pengalaman kuliner di Tasmania bukan hanya soal makan, tetapi juga memahami hubungan antara makanan, alam, dan budaya yang telah diwariskan selama ribuan generasi.

Buat kamu yang suka wisata dengan pendekatan budaya, Tasmania menawarkan pengalaman yang berbeda dibandingkan dengan destinasi kuliner pada umumnya.

(BACA JUGA: Restoran Museum Jadi Tren Baru di New York)

CAPE TOWN, AFRIKA SELATAN

Cape Town selama bertahun-tahun dikenal sebagai kota dengan restoran fine dining kelas dunia. Namun kini, National Geographic melihat adanya tren baru. Di mana para chef mulai kembali mengangkat comfort food khas Afrika Selatan ke meja makan modern.

Alih-alih hanya menyajikan menu bergaya Eropa, banyak restoran kini mengeksplorasi resep-resep lokal yang selama ini lebih sering ditemukan di rumah-rumah penduduk atau warung pinggir jalan.

Perpaduan budaya Afrika, Melayu, India, Belanda dan Inggris juga membuat kuliner Cape Town memiliki karakter yang sangat beragam.

Dalam satu hari, kamu bisa menikmati kari bergaya Cape Malay, seafood segar dari Samudra Atlantik, hingga hidangan tradisional Afrika Selatan yang telah diwariskan turun-temurun.

Daftar Best Food Destinations 2026 dari National Geographic menunjukkan bahwa wisata kuliner kini bukan lagi soal mencari restoran viral atau berburu bintang Michelin. Justru cerita di balik makanannya.

Mulai dari sejarah panjang, budaya lokal, hingga bahan-bahan yang hanya bisa ditemukan di tempat asalnya.

Kalau selama ini itinerary liburanmu lebih banyak diisi dengan daftar tempat wisata, mungkin sekarang saatnya mulai menyisakan ruang untuk pengalaman yang paling mudah dikenang. Yakni menikmati makanan terbaik langsung dari tempat kelahirannya.

(Kirana Putri, foto: pexels.com/da na)

Share