Bukan Cuma Lupa, Ini 5 Gejala Awal Alzheimer yang Tidak Disadari

Menurut para ilmuwan, ciri-ciri awal Alzheimer bukan cuma lupa tapi juga hal-hal sehari-hari yang sangat dekat dengan kita. 

Ketika memasuki usia lansia, banyak orang mulai mengalami gangguan kesehatan. Salah satunya adalah Alzheimer. Ciri utama dari Alzheimer adalah bahwa penderita akan lupa dengan hal-hal dasar yang ada di sekitarnya. Mulai dari nama sampai kebiasaan.

Namun, menurut penelitian terbaru, para ilmuwan kini mengetahui bahwa perubahan pada otak akibat Alzheimer sebenarnya bisa dimulai bertahun-tahun sebelum gangguan memori muncul.

Bahkan, beberapa gejala awalnya terlihat sangat tidak berkaitan dengan ingatan sehingga sering dianggap sebagai bagian normal dari proses penuaan atau sekadar perubahan suasana hati.

Menurut National Geographic, mengenali tanda-tanda awal ini bukan berarti seseorang pasti mengidap Alzheimer.

Namun, jika beberapa gejala muncul bersamaan dan semakin mengganggu kehidupan sehari-hari, kondisi tersebut sebaiknya dievaluasi oleh tenaga medis agar penyebabnya dapat diketahui lebih dini.

KESULITAN MENGELOLA KEUANGAN

Salah satu gejala awal yang paling mengejutkan justru berkaitan dengan uang.

Penelitian menunjukkan bahwa beberapa orang yang kemudian didiagnosis dengan Alzheimer mulai mengalami perubahan dalam mengelola keuangan hingga enam tahun sebelum diagnosis ditegakkan.

Mereka lebih sering terlambat membayar tagihan, mengambil keputusan investasi yang berisiko, memberikan uang dalam jumlah yang tidak wajar, atau lebih mudah menjadi korban penipuan.

Perubahan ini terjadi karena kemampuan otak untuk merencanakan, mempertimbangkan risiko dan mengambil keputusan mulai terganggu, meski gangguan memori belum terlihat jelas.

Kalau perubahan seperti ini muncul secara tiba-tiba pada seseorang yang sebelumnya sangat teliti mengatur keuangan, ada baiknya tidak langsung menganggapnya sebagai sifat “pelupa karena usia”.

(BACA JUGA: Memahami Sinyal Tubuh Lewat Fisik Saat Stres Menyerang)

BERAT BADAN TURUN DRASTIS TANPA SEBAB YANG JELAS

Penurunan berat badan sering dikaitkan dengan perubahan pola makan atau aktivitas fisik. Namun, pada sebagian orang, hal ini juga dapat menjadi salah satu petunjuk awal adanya perubahan pada otak.

Sebuah penelitian menemukan bahwa penurunan berat badan dapat dimulai hingga sekitar satu dekade sebelum diagnosis demensia, lalu semakin cepat dalam dua hingga empat tahun menjelang munculnya gejala yang lebih jelas.

Penyebabnya belum sepenuhnya dipahami. Para peneliti menduga ada beberapa faktor yang berperan, mulai dari berkurangnya nafsu makan, perubahan metabolisme, hingga menurunnya energi untuk memasak atau makan secara teratur.

Tentu saja, penurunan berat badan juga bisa disebabkan oleh banyak kondisi lain. Karena itu, perubahan ini tetap perlu diperiksa oleh dokter, terutama jika terjadi tanpa alasan yang jelas.

CARA BERBICARA MULAI BERUBAH

Gangguan bahasa ternyata juga bisa muncul jauh sebelum seseorang mengalami gangguan memori yang nyata.

Penelitian yang menganalisis pola bicara ribuan peserta menemukan bahwa sekitar tujuh tahun sebelum diagnosis Alzheimer, sebagian orang mulai menunjukkan perubahan halus dalam cara mereka berkomunikasi.

Misalnya:

  • Lebih sering menggunakan kalimat yang sangat pendek.
  • Kesulitan menemukan kata yang tepat.
  • Mengganti kata yang spesifik dengan istilah yang lebih umum, seperti mengatakan “orang itu” alih-alih “tetangga” atau “keponakan”.
  • Cerita yang disampaikan menjadi kurang rinci dibandingkan dengan biasanya.

Perubahan ini biasanya sangat halus sehingga sering hanya disadari oleh orang-orang terdekat.

INDERA PENCIUMAN MULAI MENURUN

Kalau belakangan kamu merasa aroma kopi, parfum, atau makanan tidak lagi sekuat dulu, jangan langsung panik.

Penurunan kemampuan mencium bau memang merupakan bagian dari proses penuaan dan juga bisa disebabkan oleh berbagai kondisi lain, seperti infeksi virus, sinusitis, atau efek samping obat.

Namun, penelitian juga menunjukkan bahwa kemampuan mengenali aroma dapat menjadi salah satu indikator awal penurunan fungsi otak.

Dalam salah satu penelitian, setiap penurunan skor pada tes penciuman dikaitkan dengan peningkatan risiko diagnosis Alzheimer di kemudian hari.

Para ilmuwan menduga perubahan ini terjadi karena jalur saraf yang menghubungkan sistem penciuman dengan otak mulai mengalami kerusakan pada tahap awal penyakit.

PERUBAHAN SUASANA HATI DAN KEPRIBADIAN

Tidak semua gejala awal Alzheimer berkaitan dengan kemampuan berpikir.

Sebagian orang justru mengalami perubahan perilaku yang cukup mencolok, seperti menjadi lebih mudah marah, apatis, impulsif, cemas, atau kehilangan minat terhadap aktivitas yang sebelumnya disukai.

Ada pula yang mulai menarik diri dari lingkungan sosial tanpa alasan yang jelas. Menurut para ahli, perubahan ini kemungkinan dipengaruhi oleh dua hal. Pertama, ada perubahan biologis di otak akibat proses penyakit.

Kedua, sebagian orang mulai menyadari bahwa ada sesuatu yang berbeda dengan kemampuan berpikir mereka, sehingga memicu stres, frustrasi, atau depresi.

Karena itu, perubahan emosi yang terjadi secara terus-menerus, terutama jika disertai gejala lain, sebaiknya tidak diabaikan.

(BACA JUGA: Cara Mengurangi Stres dengan Teknik Pernapasan)

KAPAN HARUS MEMERIKSAKAN DIRI?

Perlu diingat, kelima gejala di atas bukan berarti seseorang pasti mengalami Alzheimer.

Gangguan tiroid, kekurangan vitamin tertentu, depresi, efek samping obat, hingga masalah kesehatan lainnya juga dapat menyebabkan gejala yang serupa.

Yang menjadi perhatian adalah ketika perubahan tersebut berlangsung terus-menerus, semakin memburuk, atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.

Dokter dapat melakukan evaluasi lebih lanjut melalui wawancara, pemeriksaan kognitif, hingga tes penunjang bila diperlukan untuk mencari penyebab yang mendasarinya.

SEMAKIN DIKENALI SECARA DINI, SEMAKIN BESAR PELUANG UNTUK PENCEGAHAN

Hingga saat ini memang belum ada obat yang dapat menyembuhkan Alzheimer. Namun, diagnosis yang lebih dini memberi banyak manfaat. Selain membuka peluang mendapatkan terapi pada tahap awal penyakit.

Diagnosis dini juga memberi waktu bagi pasien dan keluarga untuk merencanakan perawatan, mengelola kondisi kesehatan lain yang dapat memperburuk fungsi otak, serta menyesuaikan berbagai aspek kehidupan, termasuk perencanaan keuangan dan dukungan keluarga.

Itulah sebabnya para ahli kini tidak lagi hanya memperhatikan gangguan memori sebagai tanda pertama Alzheimer.

Perubahan dalam cara berbicara, mengelola uang, berat badan, kemampuan mencium aroma, hingga suasana hati bisa menjadi potongan-potongan kecil dari gambaran yang lebih besar.

Kalau perubahan-perubahan tersebut muncul secara konsisten pada diri sendiri atau orang terdekat, jangan buru-buru menyimpulkan penyebabnya. Langkah terbaik adalah berkonsultasi dengan tenaga kesehatan agar mendapatkan evaluasi yang tepat sedini mungkin.

(Kirana Putri, foto: pexels.com/jiun je-lin)

Share