Tips Liburan Hemat yang Anti Bikin Dompet Menjerit

Meskipun terdengar tidak bijaksana untuk traveling in this economy, tapi percayalah, pergi berlibur penting untuk kewarasan.

Hidup yang serba sulit belakangan ini kerap membuat kita merasa jenuh dan ingin sejenak melarikan diri dari rutinitas. Entah lewat perjalanan singkat ke luar kota atau liburan panjang ke tempat baru.

Namun, di tengah kondisi ekonomi yang mengharuskan banyak orang mengencangkan ikat pinggang, keinginan untuk traveling kerap terasa seperti keputusan yang kurang bijaksana, bahkan terkesan berlebihan di tengah kebutuhan yang lebih mendesak.

Padahal, traveling bukan sekadar soal kesenangan semata. Memberi jeda pada diri sendiri lewat perjalanan justru penting untuk menjaga kewarasan mental, terutama di tengah tekanan hidup yang datang bertubi-tubi.

Kabar baiknya, traveling dan kondisi keuangan yang terbatas sebenarnya bukan dua hal yang harus saling bertentangan. Dengan strategi dan perencanaan yang tepat, kamu tetap bisa menikmati waktu liburan tanpa harus mengorbankan kesehatan finansial.

Berikut beberapa tips yang bisa MOSTEAM rangkum buat kamu yang ingin tetap traveling secara bijak di tengah kondisi ekonomi yang serba menantang ini.

(BACA JUGA: Mau Liburan ke Korea Selatan? Ini Panduan Buat Naik Kereta!)

UBAH MINDSET DULU SEBELUM SUSUN ANGGARAN

Banyak orang memilih melewatkan liburan sepenuhnya karena merasa “tidak mampu”, padahal solusinya bukan berhenti traveling sama sekali. Melainkan memilih destinasi dan cara bepergian yang lebih sesuai dengan kemampuan finansial.

Faktanya, survei NerdWallet bahkan mencatat bahwa 89 persen traveler pada musim panas 2026 tetap mencari cara untuk berhemat, alih-alih membatalkan seluruh rencana liburan mereka.

MANFAATKAN FARE ALERT DAN BOOKING JAUH-JAUH HARI

Pasang fare alert melalui Google Flights untuk memantau naik-turunnya harga tiket pada rute yang kamu incar, sehingga kamu bisa langsung melakukan pemesanan begitu harga turun sesuai anggaran.

Untuk penerbangan domestik, harga termurah biasanya muncul sekitar 39 hari sebelum keberangkatan, sementara untuk penerbangan internasional, idealnya dilakukan sekitar 49 hari sebelum jadwal.

TERAPKAN ATURAN 70/30 UNTUK URUSAN MAKAN

Salah satu strategi yang banyak diterapkan oleh traveler hemat pada 2026 adalah aturan 70/30: 70 persen kebutuhan makan berasal dari pasar lokal atau supermarket.

Sementara 30 persen sisanya baru dialokasikan untuk pengalaman bersantap di restoran atau tempat ikonik.

Strategi ini akan jauh lebih mudah diterapkan apabila kamu memilih penginapan yang dilengkapi dengan dapur kecil.

JADIKAN MAKAN SIANG SEBAGAI WAKTU BERSANTAP SPESIAL

Alih-alih memilih makan malam di restoran mewah yang harganya bisa dua kali lipat lebih mahal, cobalah menjadikan waktu makan siang sebagai momen untuk mencicipi menu istimewa.

Harga menu makan siang biasanya 30 hingga 50 persen lebih murah dibandingkan dengan menu makan malam di tempat yang sama.

HINDARI BIAYA TERSEMBUNYI DENGAN KARTU ATAU E-WALLET

Salah satu kebocoran anggaran yang sering tidak disadari saat traveling adalah biaya konversi mata uang dan penarikan tunai di ATM luar negeri.

Pilihlah kartu atau e-wallet yang menawarkan kurs mid-market tanpa markup berlebihan dan selalu pilih opsi pembayaran dalam mata uang lokal saat bertransaksi di ATM asing agar tidak dikenakan selisih kurs yang merugikan.

MANFAATKAN ESIM DIBANDINGKAN ROAMING

Kalau mau nekat liburan ke luar negeri, hindari paket roaming yang cenderung mahal dan gunakan eSIM seperti Airalo, yang dapat dibeli sebelum keberangkatan. Pilihan ini jauh lebih hemat dan praktis untuk memenuhi kebutuhan komunikasi maupun navigasi selama perjalanan.

(BACA JUGA: Menurut Media AFAR, Ini 10 Destinasi Terbaik untuk Solo Traveling)

PILIH DESTINASI YANG BELUM TERLALU POPULER

Memilih destinasi yang belum banyak dikunjungi wisatawan umumnya menawarkan harga yang jauh lebih terjangkau, sekaligus memberikan pengalaman yang lebih otentik, dibandingkan dengan destinasi populer yang harganya sudah disesuaikan dengan target pasar wisatawan.

BANDINGKAN TOTAL BIAYA, BUKAN HANYA HARGA AWAL

Salah satu kesalahan umum saat merencanakan liburan adalah hanya melihat harga tiket atau kamar yang terlihat murah di awal.

Padahal, setelah ditambahkan biaya tambahan seperti biaya transfer, bagasi, atau layanan lain, totalnya bisa jadi lebih mahal dibandingkan dengan opsi lain yang sebenarnya lebih hemat secara keseluruhan.

Pada akhirnya, traveling di tengah kondisi ekonomi yang serba menantang bukan berarti harus dihindari sepenuhnya, melainkan dijalani dengan perencanaan dan strategi yang lebih matang.

Karena menjaga kewarasan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan finansial, keduanya bisa berjalan beriringan asalkan disiasati dengan bijak.

(Rendy Aditya, foto: magnific.com/svetlanasokolova)

Share