Sempat Viral di TikTok, Aturan 777 Benarkah Bisa Bikin Hubungan Langgeng?

Aturan 777 ini meliputi kencan, menghabiskan akhir pekan bersama dan liburan bersama yang dibagi ke dalam periode 777.

Media sosial kini menjadi salah satu sumber lahirnya berbagai teori yang lekat dengan kehidupan sehari-hari. Tidak terkecuali hubungan asmara.

Beberapa waktu lalu, di TikTok ramai dibicarakan soal 777 Rule. Yakni sebuah aturan sederhana yang diklaim bisa membantu pasangan menjaga hubungan tetap harmonis.

Konsepnya mudah diingat. Kencan setiap 7 hari, menghabiskan satu malam atau akhir pekan bersama setiap 7 minggu dan berlibur bersama setiap 7 bulan.

Banyak pengguna TikTok menyebut aturan ini sebagai cara agar hubungan tidak terasa monoton di tengah kesibukan sehari-hari. Namun, apakah benar ada dasar ilmiahnya?

Menurut para terapis hubungan, jawabannya tidak sesederhana itu.

APA ITU ATURAN 777?

Aturan 777 merupakan panduan yang berfokus pada quality time atau waktu berkualitas bersama pasangan. Aturannya terdiri dari tiga langkah sederhana:

  • Setiap 7 hari: luangkan waktu untuk berkencan.
  • Setiap 7 minggu: lakukan short getaway, seperti menginap semalam atau staycation.
  • Setiap 7 bulan: rencanakan liburan yang lebih panjang bersama.

Yang menarik, “kencan” dalam aturan ini tidak selalu berarti makan malam mewah atau aktivitas yang mahal.

Menurut para ahli, sekadar berjalan kaki bersama, memasak di rumah, atau menikmati secangkir kopi tanpa gangguan ponsel pun bisa menjadi bentuk quality time yang bermakna.

(BACA JUGA: Fenomena Cowok “Provider”: Kenapa Jadi Perdebatan Panas di Media Sosial?)

KENAPA ATURAN INI BISA VIRAL?

Ada alasan mengapa aturan ini cepat viral.

Di tengah jadwal kerja yang padat, notifikasi yang tidak pernah berhenti, dan berbagai tanggung jawab sehari-hari, banyak pasangan tanpa sadar mulai menghabiskan lebih sedikit waktu berdua.

777 Rule menawarkan sesuatu yang sederhana: menjadwalkan waktu untuk hubungan, sama seperti kita menjadwalkan rapat kerja atau agenda penting lainnya.

Menurut Logan Ury, Director of Relationship Science di aplikasi kencan Hinge, hubungan yang sehat memang membutuhkan intentional time. Alias waktu yang sengaja disisihkan untuk saling terhubung, bukan hanya berada di ruangan yang sama.

Tetapi, meski idenya terdengar menarik, para terapis pasangan justru mengingatkan agar tidak menganggapnya sebagai aturan yang harus dipatuhi secara kaku.

Terapis pernikahan dan keluarga Renée Zavislak mengatakan bahwa hubungan yang sehat membutuhkan fleksibilitas, bukan daftar aturan yang bisa membuat pasangan merasa tertekan.

Menurutnya, jika pasangan mulai merasa bersalah karena melewatkan satu jadwal kencan atau tidak mampu berlibur setiap tujuh bulan akibat pekerjaan atau kondisi finansial, aturan tersebut justru dapat memicu frustrasi dan konflik baru.

Dengan kata lain, masalahnya bukan pada angka “7”, melainkan pada saat pasangan menganggapnya sebagai ukuran keberhasilan sebuah hubungan.

HUBUNGAN TIDAK BISA DISELAMATKAN HANYA OLEH JADWAL KENCAN

Para ahli juga menekankan bahwa quality time hanyalah salah satu bagian dari hubungan yang sehat.

Kalau pasangan memiliki masalah komunikasi, kehilangan rasa percaya, atau menyimpan konflik yang tidak pernah diselesaikan, rutin berkencan setiap minggu belum tentu menyelesaikan akar persoalannya.

Karena itu, 777 Rule sebaiknya dipandang sebagai pengingat untuk meluangkan waktu bersama, bukan solusi untuk semua masalah hubungan.

Daripada terpaku pada angka 7, para pakar menyarankan pasangan untuk mencari ritme yang sesuai dengan kehidupan masing-masing.

Bagi sebagian orang, berkencan setiap minggu mungkin realistis. Namun, bagi pasangan dengan anak kecil, jadwal kerja bergilir, atau tinggal berjauhan, frekuensinya tentu bisa berbeda.

Hubungan yang sehat bukan tentang berhasil mengikuti formula tertentu, melainkan tentang apakah kedua orang di dalamnya merasa didengar, dihargai dan tetap terhubung meski kesibukan terus bertambah.

(Kirana Putri, foto: unsplash.com/candice picard)

Share