Bukan cuma menjaga pola makan, Jennifer Aniston juga rutin melakukan latihan ini selama 30 menit secara konsisten setiap hari.
Selama bertahun-tahun, banyak orang menganggap olahraga yang efektif harus identik dengan sesi latihan yang panjang, intens, dan menguras tenaga. Namun, Jennifer Aniston justru mulai meninggalkan pola pikir tersebut.
Pada usia 56 tahun, aktris The Morning Show itu mengatakan bahwa kini ia lebih memilih latihan berdampak rendah (low-impact) selama sekitar 30 menit yang berfokus pada kekuatan otot dan gerakan fungsional.
Menurutnya, pendekatan ini justru memberikan hasil yang sama baiknya, bahkan lebih efektif dibandingkan dengan rutinitas kardio berat yang dulu sering ia lakukan.
DARI KARDIO INTENS KE LATIHAN FUNGSIONAL
Dalam wawancara dengan Women’s Health, Aniston mengaku dulu terbiasa berolahraga selama sekitar 45 menit dengan aktivitas seperti berlari atau boxing. Namun, seiring bertambahnya usia, tubuhnya mulai membutuhkan pendekatan yang berbeda.
Kini ia rutin mengikuti latihan Pvolve, metode kebugaran yang menggabungkan latihan kekuatan, mobilitas, dan stabilitas melalui gerakan-gerakan yang meniru aktivitas sehari-hari.
“Kamu bisa mendapatkan latihan yang sama efisiennya, bahkan mungkin lebih baik, hanya dalam kelas selama 30 menit,” ujar Aniston.
(BACA JUGA: Bukan Cuma Jalan Kaki, Ini Jenis Olahraga Terbaik untuk Menjaga Kesehatan Tulang)
FOKUS UTAMANYA BUKAN LAGI MEMBAKAR KALORI
Perubahan terbesar dalam rutinitas Jennifer bukan terletak pada durasi latihan, melainkan pada tujuannya.
Kalau dulu ia lebih mengejar pembakaran kalori, kini fokusnya adalah membangun massa otot untuk kesehatan jangka panjang.
“Otot menopang kerangka tubuh kita,” kata Aniston.
Ia menjelaskan bahwa seiring bertambahnya usia, tubuh secara alami kehilangan massa otot. Kondisi tersebut dapat membuat tulang menjadi lebih rapuh dan meningkatkan risiko osteoporosis maupun patah tulang akibat terjatuh.
Karena itu, menurutnya, menjaga kekuatan otot merupakan salah satu investasi terbaik untuk kesehatan di masa depan.
KENAPA MASSA OTOT PENTING SEIRING BERTAMBAHNYA USIA?
Apa yang disampaikan Jennifer juga sejalan dengan berbagai penelitian mengenai proses penuaan.
Mulai usia sekitar 30 tahun, manusia mulai kehilangan massa otot secara bertahap. Jika tidak diimbangi dengan latihan kekuatan, penurunan tersebut dapat memengaruhi keseimbangan tubuh, kepadatan tulang, hingga kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari.
Karena itu, banyak ahli kini tidak lagi hanya menekankan pentingnya olahraga kardio, tetapi juga latihan kekuatan (strength training) sebagai bagian penting dari gaya hidup sehat, terutama bagi perempuan yang memasuki usia paruh baya dan menopause.
MENAMBAHKAN PILATES KE DALAM LATIHAN
Meski menjadikan Pvolve sebagai latihan utamanya, Jennifer mengatakan ia tetap menyisipkan sesi Pilates beberapa kali dalam rutinitasnya.
Ia biasanya berlatih bersama pelatih pribadinya, Dani Coleman, sebanyak tiga hingga lima kali dalam seminggu, kemudian sesekali menambahkan kelas Pilates agar tubuhnya terus mendapatkan variasi gerakan.
Menurut Aniston, variasi tersebut membuat latihan terasa lebih menyenangkan sekaligus membantu menjaga motivasi untuk tetap konsisten.
(BACA JUGA: Olahraga Sebelum Makan, Yay or Nay?)
KEBUGARAN TIDAK HANYA SOAL TUBUH
Bagi Jennifer, menjaga kesehatan bukan hanya melalui olahraga. Ia mengaku selalu memulai hari dengan minum sekitar 500 ml air yang dicampur lemon dan beberapa suplemen sebelum menikmati kopi atau sarapan.
Selain itu, ia juga berusaha bermeditasi setiap hari. Jika tidak sempat melakukan meditasi selama 20 menit, ia setidaknya meluangkan beberapa menit untuk berhenti sejenak, bernapas, dan menenangkan pikiran.
Baginya, kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Selama ini, olahraga sering dikaitkan dengan target seperti menurunkan berat badan atau mendapatkan bentuk tubuh tertentu.
Namun, pendekatan Jennifer Aniston mencerminkan tren baru dalam dunia kebugaran, yaitu berolahraga untuk longevity, menjaga tubuh tetap kuat, aktif, dan mandiri hingga usia lanjut.
Daripada mengejar latihan yang paling melelahkan, semakin banyak ahli menyarankan untuk membangun rutinitas yang realistis, konsisten dan berfokus pada kekuatan otot, keseimbangan, serta mobilitas.
Karena pada akhirnya, tujuan olahraga bukan hanya agar tubuh terlihat bugar hari ini, tetapi juga agar tetap mampu bergerak dengan nyaman puluhan tahun ke depan.
(Kirana Putri, foto: rollingstone.com)
